Microsoft akhirnya resmi menggelontorkan sistem operasi Windows 11 mulai hari ini, Selasa (5/10/2021). Windows 11 sebelumnya resmi diperkenalkan pada Juni lalu.

Windows 11 menjadi penerus Windows 10 yang sudah berkiprah selama enam tahun sejak 2015. Windows 11 dapat diunduh secara gratis untuk para pemilik lisensi resmi Windows 10. 

Windows 11 dibekali dengan sejumlah fitur baru, seperti desain antarmuka yang lebih segar, aneka widget, hingga kemampuan menjalankan aplikasi Android tanpa emulator.

Microsoft Windows 11 sudah bisa di-download oleh pengguna mulai awal Oktober ini. Windows 11 hadir sebagai update Windows 10, dan bisa di-download lewat menu System Update.

Selain merilis versi final, Microsoft sebelumnya juga menyediakan Windows 11 versi preview untuk pengguna yang ingin menjajal.

Untuk mendapatkan versi preview ini, mereka bisa mendaftar Windows Insider Program. Meski demikian, ada sejumlah pengguna yang bandel mengunduh Windows 11 versi preview dari sumber yang tak resmi.

Hal ini pun akhirnya dimanfaatkan oleh penjahat siber untuk mendistribusikan Windows 11 preview palsu yang berisi software berbahaya. Setidaknya begitulah yang ditemukan oleh perusahaan keamanan Kaspersky, baru-baru ini.

Melalui halaman resminya, Kaspersky melaporkan, Windows 11 preview palsu yang diunduh dari sumber tak resmi turut berisi file executable (.exe) bernama “86307_windows 11 build 21996.1 x64 + activator.exe” berukuran 1,75 GB.

Ketika dijalankan, proses instalasi pun dimulai seperti biasa. Namun setelah itu, file ini akan mengunduh dan menjalankan file executable lainnya.

Di file yang kedua, menurut Kaspersky, pengguna diarahkan untuk menginstal download manager dari Windows 11 preview palsu itu.

Pada proses ini, pengguna akan disajikan pemberitahuan lisensi Windows 11. Dalam pemberitahuan tersebut disebutkan bahwa “dowload manager untuk 86307_windows 11 build 21996.1 x64 + aktivator dibundel dengan penawaran tambahan dari sponsor kami”.

Dengan cara ini, pelaku merancang agar perangkat lunak jahat seperti adware dan malware dapat terpasang di komputer pengguna tanpa disadari korbannya.

“Program itu bisa sangat beragam, mulai dari adware yang relatif tidak berbahaya, pencuri kata sandi, Trojan, hingga malware lainnya,” tulis Kaspersky, Selasa 27 Juli 2021.

Karena ada beragam malware yang mengintai, Kaspersky menyarankan agar pengguna meng-install Windows 11 dari sumber resmi alias dari program Windows Insider Program saja.

Kategori: Berita